Keberpihakan
Pemilu presiden tinggal sebulan lagi, social media ramai sekali dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan presiden. Hal yang positif sebenernya karena kepedulian selalu jauh lebih baik dibandingkan sikap tidak acuh. Ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar adalah salah satu bentuk kebodohan. Saya gak nyalahin golput karena itu juga suatu bentuk terhadap ketidakpercayaan terhadap figur. Asal jangan kemudian jadi engga peduli terus gak riset soal kandidat karena satu suara saya atau satu suara kamu sama dengan satu suara orang yang memilih karena disuap.
Keberpihakan saya untuk pilpres kali ini berpihak pada satu figur : Jokowi. Saya gak begitu suka sama JK, lebih-lebih karena sikap dia soal premanisme di ormas Pemuda Pancasila. Saya mempercayakan indonesia yang lebih baik ke tangan Jokowi. Dan jauh daripada itu saya juga tidak bisa mempercayakan Indonesia ke tangan Prabowo karena saya percaya untuk memulai sesuatu yang bersih harus dimulai dari pemimpinnya. Sudah banyak sekali topik tentang prabowo terlibat masalah HAM yang menyebabkan aktifis banyak diculik (Whiji Tukul salah satunya). Jelas ya Prabowo mengakui bahwa dia menculik para aktifis. Salah satu link berita di arsip perpustakaan online bisa diakses disini. Itu berita tahun 1999 dari kantor AFP. Di 2 paragraf terakhir disitu ditulis :
Press reports in August said Prabowo had admitted during a two-week investigation by the military’s Officers Honorary Council that he ordered the kidnappings.
The officers’ council discharged Prabowo and two other officers for their role in the abduction and torture of activists.
Di acara debat capres sesi 1 waktu prabowo ditanya soal HAM ini, beliau menjawab yang arahnya kira-kira seperti ini : pembawa bom atau perakit bom adalah penjahat HAM paling kejam, maka dirinya sebagai prajurit harus melawan itu semua untuk memastikan kehidupan manusia yang lain bisa terselamatkan.
Yang saya tidak setuju adalah manusia yang diamankan Prabowo bukanlah teroris dan adanya upaya di masa lalu terhadap tindakan penghilangan nyawa manusia tanpa melalui pengadilan.Semua manusia yang diduga melakukan kejahatan berhak membela dirinya dalam proses pengadilan. Tindakan yang menghilangkan nyawa manusia tanpa melalui proses pengadilan dan langsung dikaitkan dengan tindakan untuk melindungi negara sering dijadikan dalih untuk menutupi kesewenang-wenangan. Inilah yang sering prabowo jadikan dalih terhadap kesalahan yang ia buat di masa lampau.
Sejujurnya pada bagian ini saya tak terlalu yakin bagaimana lagi kebenarannya, ada beberapa versi yang dituliskan. Hanya yang saya tahu bahwa setelah diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira, prabowo kemudian memilih untuk mengasingkan diri di Yordania dan kemudian beliau meminta kewarganegaraan Yordania. Di berita ini dituliskan bahwa :
In Amman, the office of Prime Minister Fayez Tarawneh confirmed Tuesday that Prabowo’s bid for citizenship had been accepted by a royal decree Dec. 10.
Salah satu hal yang ironis mengingat beliau berkoar anti asing atau mendengungkan nasionalisme sementara di satu sisi beliau ingin berpindah kewarganegaraan (karena Indonesia tidak mengizinkan seorang warganya memiliki kewarganegaraan ganda)
Salah satu minus lain di prabowo adalah koalisi yang mendukungnya. Saya anti sama Ical karena kasus lapindonya. Belakangan Suryadharma Ali kena kasus korupsi haji dan prabowo juga didukung sama PKS yang kesandung korupsi sapi. Yang paling saya tidak sukai dari PKS adalah upayanya mencampuradukan ajaran agama dengan kepentingan politiknya. PKS memulai koalisi dengan ada di pihak prabowo dan menurut salah satu kadernya maka mendukung jokowi mengindikasikan kemungkinan bahwa anda adalah anti-islam. Kebencian-kebencian yang disebar-sebarkan PKS ini yang membuat saya apatis sama mereka. Agama islam itu seharusnya Rahmatan lil alamin, rahmat untuk seluruh alam bukan hanya Rahmatan lil muslimin, rahmat untuk seluruh muslim. Berkeyakinan bahwa ajaran agama itu sempurna tidak harus membuat pandangan kita buta dalam melihat para pelaksana agama. Itu 2 sisi yang harus dipikirkan baik-baik. Ada batas tersendiri antara ajaran agama dan perbuatan para pelaku ajaran agama. Mereka para pelaku ajaran agama yang jadi panutan publik bukan dewa yang selalu benar. Para pelaku ajaran agama yang selalu menilai perilaku manusia seakan-akan mereka Tuhan silakan masuk keranjang sampah. Saya setuju sekali dengan apa yang pernah dikatakan Soe Hok Gie :
Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
Bolehlah saya ganti kata mahasiswa-mahasiwa di atas menjadi manusia-manusia. Sudah sepatutnya kita mengambil keputusan atas dasar pemikiran kita sebagai manusia yang utuh yang merdeka dari kepentingan golongan yang diagendakan.
Walaupun saya sekarang pro Jokowi tapi saya tidak mendukung beliau secara membabi-buta. Orang-orang sekitar Jokowi juga banyak yang terlibat masalah HAM. Ryamizard dan Megawati juga terlibat masalah Aceh. Ada artikel bagus soal itu di sini. Meskipun begitu, Ada perbedaan yang jelas dipimpin oleh pelanggar HAM dan dipimpin oleh pemimpin yang didukung pelanggar HAM. Saya percaya Jokowi adalah sosok yang bersih meskipun mungkin orang di sekitarnya tidak. Hal ini paling tidak memberikan harapan kecil untuk melihat Indonesia lebih maju. Walaupun pada akhirnya banyak yang mengingatkan bahwa menggantungkan harapan kepada pemerintah adalah satu hal yang naif tapi setidaknya saya menyimpan harapan bahwa negara ini suatu saat akan lebih memanusiakan manusianya.
Manusia yang tidak meiliki harapan adalah manusia yang telah mati.